Senin, 09 Juni 2014

Boneka Stich 




Kegemaran saya pada sosok stich yang menurut sebagian orang merupakan sosok yang aneh kar
na wujudnya seperti monster menjadikan diri saya penasaran dengan bentuk aslinya. Awal mulanya berasal dari kesukaan saya pada warna biru yang menurut pendapat saya merupakan warna yang kalem dan tidak mencolok. kemudian saya mencoba untuk membiasakan diri mengenal sosok stich dari layar televisi tetapi entah mengapa saya lebih menyulai sosok stich pada bentuk boneka, gantungan dan lain sebagainya. Aneh memang rasanya saat saya membicarakan mengenai hal ini, tetapi ini ada hubungannya dengan apa yang akan saya tuliskan pada laman blog pertama saya. Stich terdengar seperti kata yang tidak mengenakan namun dari kata itulah saya terinspirasi untuk membuat blog ini. dari kata kata yang mungkin tdak penting tadi saya mencoba mengungkapkan bahwa kesukaan saya pada boneka stich dan tidak pada acara ataupun kartun yang mungkin muncul di televisi mengartikan bahwa saat kita menyukai seseorang atau ingin mengenal baik teman kita tidak perlu kita mencari sisi negatif dari mereka yang justru lebih banyak muncul dan lebih menonjol dibading tindakan positifnya. Karna saat kita justru melihat hal buruk atau negatif dari mereka di saat itulah kita merasa bahwa diri kitalah yang terbaik itulah hal yang perlu kita takutkan, karna berteman memanglah harus mengetahui pada kedua sisinya yaitu buruk dan jahat tetapi jika kita terus - terus mencari sisi negatif dari mereka maka diri akan menjadi lebih sibuk dari biasanya yang seharusnya tugas kita adalah bercermin dari apa tindakan yang telah kita lakukan apakah benar atau tidak. itulah ulasan yang mungkin bisa saya paparkan dalam hal ini karena saya pun masih belajar dalam hal mengenal diri sendiri karena itulah justru tugas terberat untuk kita karena sulit untuk mengenal siapa diri kita ? dan untuk siapakah kita ? pertanyaan - pertanyaan itulah yang kini tiba- tiba muncul di hadapan saya, entah karena saya sedang menjalani masa masa transformasi dari seorang siswa menjadi maha, mahasiswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar